The
planned attack on Iran is part of a coordinated global military road
map. It is part of the Pentagon's "long war", a profit driven war
without borders, a project of World domination, a sequence of military
operations.
Serangan
yang direncanakan terhadap Iran merupakan bagian dari peta jalan
militer global yang terkoordinasi. Ini adalah bagian dari "perang yang
berlangsung lama" Pentagon, perang yang didorong oleh keuntungan ekonomi
tanpa batas, sebuah proyek dominasi Dunia, yang diwujudkan dalam
rangkaian operasi militer.
Perencana
militer Amerika Serikat-NATO telah memikirkan berbagai skenario
eskalasi militer. Mereka juga menyadari akan implikasi geopolitiknya,
yaitu bahwa perang bisa melampaui kawasan Timur Tengah - Asia Tengah.
Termasuk dampak ekonomi di pasar minyak serta yang lain-lainnya juga
telah dianalisis. Sementara Iran, Suriah dan Libanon merupakan target
langsung, Cina, Rusia, Korea Utara, belum lagi Venezuela dan Kuba juga
merupakan tujuan yang di ancam oleh Amerika Serikat. Taruhannya adalah
struktur aliansi militer. Penyebaran militer Amerika Serikat-NATO-Israel
termasuk latihan militer dan latihan yang dilakukan di perbatasan Rusia
dan Cina segera membuahkan hubungan langsung dengan perang yang
diusulkan terhadap Iran. Ancaman terselubung, termasuk pengaturan waktu
mereka, merupakan suatu petunjuk yang jelas terhadap kekuasaan semasa
era Perang Dingin untuk tidak campur tangan dalam cara apapun yang dapat
mengganggu terhadap serangan yang dipimpin Amerika Serikat terhadap
Iran.
Peperangan Global
Tujuan
strategis jangka menengah adalah untuk mentargetkan Iran dan
menetralisir sekutu Iran, melalui diplomasi kapal perang - gunboat
diplomacy. Tujuan militer jangka panjang adalah langsung menargetkan
Cina dan Rusia. Sementara Iran adalah target langsung, penyebaran
militer tidak terbatas dilakukan ke Timur Tengah dan Asia Tengah. Agenda
militer global telah dirumuskan. Penggelaran pasukan koalisi dan sistem
persenjataan maju oleh Amerika Serikat, NATO dan mitra-mitranya yang
berlangsung secara bersamaan di seluruh wilayah utama Dunia. Tindakan
militer Amerika Serikat baru-baru ini di lepas pantai Korea Utara
termasuk melakukan permainan perang-perangan adalah bagian dari desain
global. Diarahkan terutama terhadap Rusia dan Cina, Amerika Serikat,
sekutu NATO dan latihan militer, latihan perang, penyebaran senjata, dll
sedang dilakukan secara simultan di hotspot geopolitik utama.
- Semenanjung Korea, Laut Jepang, Selat Taiwan, Laut Cina Selatan mengancam Cina.
- Penggelaran rudal Patriot di Polandia, pusat peringatan dini di Republik Ceko mengancam Rusia.
- Penyebaran Angkatan Laut di Bulgaria, Rumania di Laut Hitam, mengancam Rusia.
- Penyebaran pasukan Amerika Serikat dan NATO di Georgia.
- Penyebaran angkatan laut yang tangguh di Teluk Persia termasuk kapal selam Israel diarahkan terhadap Iran.
Serentak
di Timur Mediterania, Laut Hitam, Karibia, Amerika Tengah dan wilayah
Andean di Amerika Selatan adalah wilayah-wilayah yang sedang berlangsung
militerisasi. Di Amerika Latin dan Karibia, ancaman diarahkan terhadap
Venezuela dan Kuba.
“Bantuan Militer” Amerika Serikat
Pada
gilirannya, senjata berskala besar telah ditransfer dilakukan di bawah
bendera "bantuan militer" Amerika Serikat ke negara-negara yang
terpilih, termasuk kesepakatan persenjataan sebesar 5 miliar dolar
dengan India yang dimaksudkan untuk membangun kemampuan militer India
yang diarahkan terhadap Cina. (Huge U.S.-India Arms Deal To Contain
China, Global Times, July 13, 2010).
"Penjualan
senjata akan meningkatkan hubungan antara Washington dengan New Delhi,
dan disengaja atau tidak, akan memiliki efek yang menahan terhadap
pengaruh China di wilayah tersebut." Dikutip dalam Rick Rozoff,
Confronting both China and Russia: U.S. Risks Military Clash With China
In Yellow Sea, Global Research, July 16, 2010)
Amerika
Serikat memiliki perjanjian kerjasama militer dengan sejumlah
negara-negara Asia Tenggara, termasuk Singapura, Vietnam dan Indonesia,
meliputi "bantuan militer" serta partisipasi dalam latihan perang
pimpinan Amerika di Pacific Rim (Juli-Agustus 2010). Perjanjian ini
mendukung penyebaran senjata yang ditujukan terhadap Republik Rakyat
Cina. (Lihat Rick Rozoff, Confronting both China and Russia: U.S. Risks
Military Clash With China In Yellow Sea, Global Research, July 16,
2010).
Demikian
pula dan lebih langsung berkaitan dengan serangan yang direncanakan
terhadap Iran, Amerika Serikat mempersenjatai negara-negara Teluk
(Bahrain, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab) dengan rudal pencegat
darat, Patriot Advanced Capability-3 dan Terminal High Altitude Area
Defense (THAAD) serta yang berpangkalan di laut yaitu pencegat Rudal
Standar-3 yang terpasang pada kapal perang kelas Aegis di Teluk Persia.
(Lihat Rozoff Rick,NATO’s Role In The Military Encirclement Of Iran,
Global Research, February 10, 2010).
Jadwal Penimbunan dan Penyebaran Militer
Apa
yang penting dalam hal transfer senjata Amerika Serikat ke
negara-negara mitra dan sekutunya adalah pemilihan waktu saat pengiriman
dan penyebarannya. Melancarkan operasi militer yang disponsori Amerika
Serikat biasanya akan dilakukan setelah sistem persenjataan ini berada
di tempat, dengan efektif dikerahkan melalui pelaksanaan pelatihan
personil. (India e.g).
Apa
yang kita pahami adalah desain militer global yang teliti dan
terkoordinasi yang dikontrol oleh Pentagon, melibatkan angkatan
bersenjata gabungan lebih dari empat puluh negara. Ini merupakan
penyebaran militer multinasional global, dan sejauh ini merupakan
pertunjukkan terbesar sistem senjata mutakhir dalam sejarah Dunia.
Pada
gilirannya, Amerika Serikat dan sekutunya telah mendirikan pangkalan
militer baru di berbagai belahan dunia. "Permukaan Bumi Disusun sebagai
sebuah Medan Perang yang Luas - The Surface of the Earth is Structured
as a Wide Battlefield". (See Jules Dufour, The Worldwide Network of US
Military Bases , Global Research, July 1, 2007).
The
Unified Command susunannya dibagi menjadi Combatant Command geografis
berdasarkan pada strategi militerisasi tingkat global. "Militer Amerika
Serikat memiliki pangkalan di 63 negara. Pangkalan militer baru telah
dibangun sejak 11 September 2001 di tujuh negara. Secara total terdapat
255.065 personel militer Amerika Serikat yang ditempatkan di seluruh
dunia." (Lihat Jules Dufour, The Worldwide Network of US Military Bases ,
Global Research, July 1, 2007
"Tanggung Jawab Wilayah Komandan Dunia" (Lihat peta di atas) mendefinisikan rancangan militer global Pentagon, yang merupakan salah satu penaklukan Dunia. Penyebaran militer ini terjadi di beberapa wilayah secara bersamaan di bawah koordinasi Komando regional Amerika Serikat, yang melibatkan penimbunan sistem persenjataan buatan Amerika Serikat oleh pasukan Amerika Serikat dan negara-negara mitra, beberapa di antaranya mantan musuh, termasuk Vietnam dan Jepang. Keadaan sekarang ditandai dengan pembangunan militer global yang dikontrol oleh sebuah negara adidaya Dunia, yang menggunakan banyak sekutunya untuk memicu perang regional.
Sebaliknya, sewaktu terjadi Perang Dunia Kedua merupakan gabungan yang terpisah dari medan perang regional. Mengingat teknologi komunikasi dan sistem senjata tahun 1940-an, belum ada strategi yang koordinasi selama “waktu aktual proses berlangsung” dalam aksi militer antara wilayah geografis yang luas. Perang global didasarkan pada penyebaran terkoordinasi kekuatan militer tunggal dominan, yang mengawasi tindakan sekutu-sekutu dan mitranya. Dengan pengecualian Hiroshima dan Nagasaki, Perang Dunia Kedua ditandai dengan penggunaan senjata konvensional. Perencanaan perang global bergantung pada militerisasi ruang angkasa. Apakah perang yang diarahkan terhadap Iran yang akan diluncurkan tidak hanya akan menggunakan senjata nuklir, tapi juga seluruh gamut baru sistem persenjataan canggih, termasuk senjata elektrometrik dan teknik modifikasi lingkungan (ENMOD) akan digunakan.
Dewan Keamanan PBB
Dewan Keamanan PBB pada awal Juni mengadopsi putaran keempat sanksi sweeping terhadap Republik Islam Iran, termasuk embargo senjata yang diperluas dan juga "kontrol keuangan yang lebih ketat". Hal tersebut merupakan sebuah ironi yang pahit, karena resolusi ini disahkan oleh Dewan Keamanan PBB yang dalam beberapa hari sebelumnya secara tegas Dewan Keamanan PBB menolak untuk mengadopsi sebuah mosi yang mengutuk Israel atas serangannya terhadap Freedom Flotilla di Gaza, armada di perairan internasional. Baik Cina maupun Rusia, ditekan oleh Amerika Serikat, yang telah mendukung sanksi DK PBB yang merugikan mereka. Keputusan mereka dalam DK PBB berkontribusi melemahkan aliansi militer mereka, yaitu organisasi Kerjasama Shanghai (SCO), di mana Iran memiliki status pengamat. Resolusi Dewan Keamanan membekukan kerjasama militer bilateral masing-masing China dan Rusia dan perjanjian dagang dengan Iran. Hal ini berakibat serius pada sistem pertahanan udara Iran yang sebagian bergantung pada teknologi dan keahlian Rusia.
Resolusi Dewan Keamanan memberi "lampu hijau" secara de facto untuk melancarkan perang pre-emptive terhadap Iran.
Inquisi Amerika: Membangun Sebuah Konsensus Politik Untuk Perang
Secara serempak media Barat telah mencap Iran sebagai ancaman terhadap keamanan global mengingat dugaan (tidak ada) program senjata nuklir. Bergemanya pernyataan resmi, media kini menuntut pelaksanaan hukuman pemboman yang diarahkan terhadap Iran dalam rangka menjaga keamanan Israel. Media Barat memukul genderang perang. Tujuannya adalah untuk menanamkan secara diam-diam, melalui pengulangan laporan media, yang menurut kesadaran batin orang sampai memuakkan, karena semata-mata berdasarkan dugaan bahwa ancaman Iran adalah nyata dan bahwa Republik Islam harus "dihancurkan". Dalam membangun sebuah konsensus proses untuk berperang mirip dengan inkuisisi Spanyol. Hal ini mengharuskan dan menuntut ketundukkan terhadap gagasan bahwa perang adalah usaha kemanusiaan.
Dikenal dan didokumentasikan, ancaman nyata terhadap keamanan global berasal dari aliansi Amerika Serikat-NATO-Israel, sekalipun demikian relitasnya dalam lingkungan inquisitorial adalah terbalik: para penghasut perang berkomitmen untuk perdamaian, para korban perang diperkenalkan sebagai tokoh utama perang. Padahal pada tahun 2006, hampir dua pertiga orang Amerika menentang tindakan militer terhadap Iran, baru-baru ini jajak pendapat Reuter-Zogby pada Februari 2010 menunjukkan bahwa 56% orang Amerika mendukung aksi militer Amerika Serikat-NATO terhadap Iran. Membangun sebuah konsensus politik yang didasarkan pada sesuatu yang sama sekali bohong, bagaimanapun juga hanya mengandalkan posisi resmi mereka yang merupakan sumber kebohongan.
Gerakan anti-perang di Amerika Serikat, yang sebagian telah diinfiltrasi dan dikooptasi, berasumsi pada posisi yang lemah berkaitan dengan Iran. Gerakan antiperang terpecah. Penekanannya hanya terhadap perang yang telah terjadi (Afghanistan, Irak) daripada tegas menentang perang yang sedang dipersiapkan dan yang saat ini dirancang Pentagon. Sejak pelantikan pemerintahan Obama, gerakan antiperang telah kehilangan beberapa daya pendorongnya. Selain itu, mereka yang aktif menentang perang di Afghanistan dan Irak, tidak menentang pelaksanaan "pemboman hukuman" yang diarahkan kepada Iran, juga tidak mengkategorikan pengeboman tersebut sebagai tindakan perang yang berpotensi bisa menjadi awal Perang Dunia III. Skala protes anti-perang dalam kaitannya dengan Iran sangat minim dibandingkan dengan demonstrasi rakyat yang mendahului pemboman dan invasi Irak tahun 2003.
Ancaman nyata terhadap keamanan global berasal dari aliansi Amerika Serikat-NATO-Israel.
Operasi Iran tidak ditentang di arena diplomatik oleh Cina dan Rusia, mendapat dukungan dari pemerintah negara-negara Arab garis depan yang terintegrasikan ke dalam NATO yang disponsori dialog Mediterania. Hal ini juga mendapat dukungan diam-diam opini publik Barat. Kami menyerukan kepada orang-orang di seluruh wilayah Amerika, Eropa Barat, Israel, Turki dan di seluruh dunia untuk bangkit menentang rencana militer, melawan pemerintah mereka yang mendukung tindakan militer terhadap Iran, terhadap media yang berfungsi untuk menutupi implikasi menghancurkan dari perang terhadap Iran. Agenda militer mendukung keuntungan yang mendorong merusak sistem ekonomi global yang memiskinkan kawasan besar penduduk dunia.
Perang Ini Kegilaan Belaka
Perang Dunia III adalah terminal. Albert Einstein memahami bahaya perang nuklir dan kepunahan kehidupan di bumi, yang telah dimulai dengan kontaminasi radioaktif yang dihasilkan depleted uranium. "Saya tidak tahu dengan senjata apa Perang Dunia III akan dipertarungkan, tetapi Perang Dunia IV akan dipertarungkan dengan tongkat dan batu."
Media, kaum intelektual, para ilmuwan dan para politisi, serempak, mengaburkan kebenaran yang tidak diceriterakan, bahwa perang dengan menggunakan hulu ledak nuklir akan menghancurkan kemanusiaan, dan bahwa proses keaneka-ragaman kerusakan yang secara bertahap telah dimulai. Ketika kebohongan menjadi kebenaran maka tidak akan berbalik kembali. Ketika perang ditegakkan sebagai upaya kemanusiaan, Keadilan dan seluruh sistem hukum internasional terbalik: maka pasifisme dan gerakan antiperang dianggap kriminal. Menentang perang menjadi tindak pidana.
Kebohongan harus disingkapkan untuk apa itu dan apa yang dilakukannya. Ini sanksi pembunuhan tanpa pandang bulu pria, wanita dan anak-anak. Ia bisa menghancurkan keluarga dan masyarakat. Ia bisa menghancurkan komitmen masyarakat terhadap sesama manusia. Perang mencegah orang untuk mengekspresikan solidaritasnya kepada mereka yang menderita. Menjunjung tinggi perang dan negara polisi hanya satu-satunya jalan. Ia menghancurkan baik nasionalisme maupun internasionalisme. Menghentikan kebohongan berarti menghentikan proyek kejahatan kehancuran global, di mana pencarian keuntungan yang merupakan kekuatan utamanya. Keuntungan yang mendorong agenda militer ini akan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan dan mengubah orang tidak sadar menjadi zombie.
Mari Kita Membalikkan Arus
Menentang penjahat perang yang berkedudukan tinggi dan termasuk kelompok pelobi yang kuat yang mendukung mereka.
Pecahkan inkuisisi Amerika.
Rusak usaha perang pembasmian militer Amerika Serikat-NATO-Israel.
Tutup pabrik-pabrik senjata dan pangkalan militer.
Bawa pulang pasukan.
Personel angkatan bersenjata harus menentang perintah dan menolak untuk berpartisipasi dalam perang kriminal.
Tamat
0 comments: